Jelaskan Keterkaitan Antara Musik Iringan Dengan Gerak Tari

Jelaskan Keterkaitan Antara Musik Iringan Dengan Gerak Tari – Apakah kamu suka buku ini? Anda dapat menerbitkan buku Anda secara online secara gratis dalam hitungan menit! Buat buku buku Anda sendiri

Seni Budaya 193 Keunikan gerak tari daerah Kalimantan terdapat pada gerak tangan, khususnya gerak tari putri. Tangan terulur memegang bulu pronghorn adalah salah satu ciri uniknya. Keunikan dari gerakan ini karena tarian daerah Kalimantan yang bersumber dari simbolisme gerakan ragaku. Keunikan gerak pada tarian daerah Sulawesi antara lain adalah tari Pakarena yang merupakan salah satu contoh tarian daerah Sulawesi Selatan. Dalam tari gantung, gerakan kaki yang digantung di lantai dan lengan dengan bantuan kipas merupakan salah satu keunikan dari tarian ini. Dalam tari gantung, gerakannya dilakukan dengan lembut dan mengalir, meskipun musik yang mengiringi tarian ini menghentak. Hal ini sejalan dengan filosofi hidup para pelaut masyarakat Bugis, meskipun ombak datang, kapal harus tetap berjalan pelan dan mengikuti ombak. Keunikan tarian daerah Jawa biasanya tertuju pada tarian yang tumbuh dan berkembang di keraton. Tarian yang dikembangkan di keraton memiliki aturan gerak tersendiri. Setiap gerakan memiliki makna dan filosofi tersendiri. Tarian yang tumbuh dan berkembang di luar tembok benteng biasanya mengacu pada gerakan tarian tradisional benteng. Kekhasan gerak tari yang tumbuh dan berkembang juga termasuk dalam tari rakyat. Tarian ini tumbuh dan berkembang di masyarakat luas. Di Jawa Barat dikenal dengan tari Jaipong. Ini dikenal sebagai Lengger di Jawa Tengah. Di daerah melayu dikenal dengan nama Joged. Dalam tarian rakyat, gerakan biasanya dilakukan secara spontan, mengikuti ritme dan tidak memiliki aturan baku untuk melakukan gerakan. Ada tarian rakyat yang bersifat sosial, namun ada juga yang bersifat magis. Misalnya pada tari Jaranana, penarinya dalam keadaan kesurupan pada saat-saat tertentu dan bisa memakan pecahan kaca. (Sumber gambar: MŠK, 2013) 5.4. gambar. Keunikan tari Pakaren di Sulawesi Selatan. (Sumber gambar: MŠK, 2013) 5.5. image Gerakan tari Gambyong dari Surakarta, Jawa Tengah. Setelah mempelajari konsep tari tradisional, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini! 1. Apa yang dimaksud dengan tarian tradisional? 2. Apakah setiap daerah memiliki tarian tradisional?

Jelaskan Keterkaitan Antara Musik Iringan Dengan Gerak Tari

Jelaskan Keterkaitan Antara Musik Iringan Dengan Gerak Tari

SMP/MTs Kelas VIII 194 B. Mempraktikkan Gerak Tari Tradisional 1. Anda mengamati dan mempelajari keunikan gerak tari tradisional daerah lain dan daerah setempat. 2. Simak contoh tarian tradisional Sulawesi “Tari Pakarena” berikut ini! 3. Anda dapat menari tarian tradisional sesuai dengan tarian tempat Anda, berpasangan atau berkelompok! 1. Variasi Gerakan 1 (Ajappa Na’na) a. Dengan tangan kiri remas bungkus di antara jari telunjuk dan jari-jari yang jaraknya sekitar 30 cm dari paha (king lime). b. Tangan kanan memegang kipas dengan jari-jarinya, kipas menghadap ke atas dan kipas berjarak satu inci dari dada. c. Langkahkan kaki kanan ke depan, lalu kaki kiri sambil mengembalikan kipas ke posisi semula, lihat ke depan lalu melangkah ke depan. 2. Jenis Gerakan Kedua (Annggayung Fan Kanang) a. Putar tangan kiri setengah jalan di depan. b. Putar kipas di depan dada Anda dan letakkan jari Anda di atas kipas. c. Putar kipas angin ke kanan, lalu putar kaki kanan ke kanan menghadap ke kanan. Kedua tangan mengayun ke kanan dan ke kiri masing-masing, diikuti dengan menengok ke kiri, sedangkan jari-jari kipas mengarah ke atas. d. Balikkan kipas sehingga bentuk ujung kaki kipas menghadap ke luar, lalu lihat ke belakang dengan ujung ujung jari kaki berada di depan kaki kiri. (Sumber: MŠŠ, 2014) (Sumber: MŠŠ, 2014)

Smp K2013 Seni Budaya Viii Sem.1 2 Bg Revisi 2017

Seni budaya 195 e. Putar kipas yang membentuk jari kipas ke atas, maka kipas akan kembali ke posisi semula. f. Ayunkan tubuh Anda ke depan, lalu ambil langkah ke depan dengan kaki kanan dan ayunkan kedua tangan ke samping dengan gaya seperti kipas. 3. Variasi Gerakan Ketiga (Sita’lei) a. Terbalik, yaitu dengan kaki kanan ke samping kanan, kedua lengan menghadap ke samping badan, diikuti pandangan ke kanan dan bentuk kipas jari kaki ke atas. b. Ayunkan kedua lengan di depan tengah, berakhir di sisi kanan dan kiri tubuh, kira-kira sejajar dengan bahu, digantung membentuk kipas, yaitu jari kaki kipas menghadap ke bawah, kaki kiri di belakang kaki kanan, dan pandangan ada di sisi kanan. c. Tarik kaki kiri ke belakang, ayunkan kedua tangan bersamaan di depan tengah, posisikan kaki kanan di atas jari kaki di depan kaki kiri, finis di meddak. d. Terbalik, kaki kanan di samping kanan, ayunkan kedua lengan ke badan, dilanjutkan dengan melihat ke kanan dan jari kaki mengipasi mengarah ke atas. e. Ayunkan kedua lengan di depan tengah, berakhir di sisi kanan dan kiri tubuh, kira-kira sejajar dengan bahu, dalam bentuk kipas gantung, dengan ujung kaki kipas mengarah ke bawah dan kaki kiri di belakang kaki kanan. ke kanan. f. Tarik kaki kiri ke belakang, ayunkan kedua tangan bersamaan di depan tengah, posisikan kaki kanan di atas jari kaki di depan kaki kiri, finis di meddak. Tn. Berputar, kaki kanan ke kanan, mengayunkan kedua lengan di samping badan, mengikuti (Sumber: Kemdikbud, 2014)

SMP/MTs Kelas VIII 196 menghadap ke kanan dengan bentuk kipas mengarah ke atas. h. Ayunkan kedua tangan di depan tengah, berakhir di sisi kanan dan kiri tubuh, kira-kira sejajar dengan bahu, bentuk kipas gantung adalah kipas ke bawah, kaki kiri di belakang kaki kanan dan lihat ke kanan. Saya. Letakkan kaki kiri di samping kaki kanan, ayunkan kedua tangan secara bersamaan di depan tengah, posisi penari saling berhadapan, ujung kaki kiri di samping kaki kanan dan diakhiri dengan mendhak. Saat Anda memutar kaki kanan ke kanan, ayunkan kedua tangan ke samping, lalu lihat ke kanan dan putar jari kaki kipas ke atas. j. Ayunkan kedua lengan di depan tengah, berakhir di sisi kanan dan kiri tubuh, kira-kira sejajar dengan bahu, digantung membentuk kipas, artinya jari kaki kipas menghadap ke bawah, kaki kiri di belakang kanan kaki, dan melihat ke kanan. k. Tarik kaki kiri ke belakang, ayunkan kedua tangan bersamaan di depan tengah, posisikan kaki kanan di atas jari kaki di depan kaki kiri, finis di meddak. l. Kaki kanan bergerak ke kanan, disusul kaki kiri, kedua tangan diputar ke samping badan, dilanjutkan pandangan ke kanan. m. Ayunkan lengan kiri melewati kipas di depan badan, lalu tarik kaki kiri ke belakang lalu kaki kanan hingga kembali ke bentuk semula. n. Menghadap, kaki kanan ke kanan, kedua lengan terayun di samping badan, diikuti pandangan ke kanan dan jari kaki berbentuk kipas mengarah ke atas. Ayunkan kedua lengan di depan tengah dan akhiri di sisi tubuh

Kanan dan kiri, kira-kira sejajar dengan bahu, adalah bentuk kipas yang bergantung, dengan ujung kipas mengarah ke bawah, kaki kiri di belakang kaki kanan, dan menghadap ke kanan. Hai. Tarik kaki kiri ke belakang, bersamaan dengan mengayunkan kedua lengan di depan tengah, posisikan kaki kanan di atas ujung jari kaki di depan kaki kiri, diakhiri dengan mendhak. hal. Menghadap, kaki kanan ke kanan, kedua lengan terayun di samping badan, diikuti pandangan ke kanan dan jari kaki berbentuk kipas mengarah ke atas. q. Ayunkan kedua lengan di depan tengah dan akhiri di sisi tubuh. d. Letakkan kaki kiri di samping kaki kanan, ayunkan kedua tangan bersamaan di depan tengah, posisi penari saling berhadapan, posisikan kaki kiri di ujung sebelah kaki kanan, diakhiri dengan mendhak. dengan Menghadap, kaki kanan ke kanan, kedua lengan terayun di samping badan, diikuti pandangan ke kanan dan jari kaki berbentuk kipas mengarah ke atas. Di depan tengah ayunan kedua lengan yang berakhir di sisi kanan tubuh, digantungkan sebuah kipas angin, yaitu jari-jari kipas mengarah ke bawah, kaki kiri di belakang kaki kanan, dan tatapan mata adalah ke kanan. t. Tarik kaki kiri ke belakang, bersamaan dengan mengayunkan kedua lengan di depan tengah, posisikan kaki kanan di atas ujung jari kaki di depan kaki kiri, diakhiri dengan mendhak. dan Kaki kanan bergerak ke kanan, disusul kaki kiri, kedua tangan diputar ke samping badan, disusul pandangan ke kanan. di Ayunkan tangan kiri melewati kipas di depan badan, lalu tarik kaki kiri ke belakang, lalu kaki kanan. Duduk perlahan dengan kipas ibu jari kaki mengarah ke atas, yaitu di depan tengah, yaitu di antara paha kanan dan lutut, sedangkan tangan kiri mengarah ke bawah untuk mengunci vagina (king lipa), dan tatapan mata tetap. turun.

SMP/MTs kelas VIII 198 4. Ragam gerak 4 (Ammempo Kulantu) a. Memutar kedua tangan ke kanan dan ke kiri, dilanjutkan dengan melihat ke kanan. Putaran kedua tangan diakhiri di depan tengah, kemudian tangan kiri diletakkan di depan tengah dengan ujung jari ke bawah, sedangkan tangan kanan memegang kipas dengan jari kipas ke atas. Memutar kipas ke belakang diikuti dengan pandangan sekilas ke belakang, dengan bentuk jari kipas menghadap ke bawah dan tangan kiri masih di tengah. b. Kipas diputar terbalik sehingga kipas menghadap ke atas, kemudian diputar di depan dada hingga kembali ke bentuk semula, selalu diikuti dengan tatapan mata. c. Ayunkan kedua lengan ke kanan dan ke kiri, lalu lihat ke kanan. d. Rotasi kedua tangan, diakhiri sebelum bagian tengah dengan ujung tangan ke bawah dan tangan kanan memegang kipas ke atas. e. Putaran balik kipas mengikuti

Unsur Unsur Musik Beserta Penjelasannya Yang Perlu Diketahui Dan Dipahami

Iringan musik tari balet, jelaskan komposisi iringan tabuhan pada tari pendet, iringan musik tari piring, iringan musik tari, iringan musik tari merak, iringan musik tari saman, jelaskan keterkaitan antara k3 dengan peningkatan produktivitas kerja, iringan musik tari jaipong, iringan musik yang digunakan untuk mengiringi tari jaipong adalah, pengertian musik iringan tari, iringan musik tari pendet, jelaskan keterkaitan antara sosiologi dengan gejala sosial yang ada di masyarakat